Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

Hebat! Sepeda Motor Bisa Terbang!




Manhattan Beach, AutomotiveBlog — Perusahaan teknologi Aerofex akhirnya berhasil juga mendemonstrasikan sepeda motor terbang. Sebelumnya, sejak 1960-an, sejumlah tim gagal membuat sepeda motor melaju di udara.

Mark De Roche, pendiri Aerofex, mengatakan bahwa sepeda motor terbangnya bisa melayang setinggi 4,5 meter dan melaju 48 kpj pada uji coba di Gurun Mojave, California. Dengan begitu, ia bersama timnya—berkantor di Manhattan Beach, California—otomatis membuat rekor baru. Sebelumnya, Chris Malloy asal Australia berusaha membuat sepeda motor terbang yang diberi nama Hoverbike, tetapi hanya bisa melayang pada kondisi bodi terikat tali dan belum bisa melaju dengan mulus.

Baling-baling
Agar bisa terbang, sepeda motor Aerofex ini menggunakan dua baling-baling (tandem) yang berada di dalam silinder (duct) dan disebut “ducted-fan”, satu di depan dan satu lagi di belakang, mirip dengan posisi roda sepeda motor. Tidak disebutkan, apakah penggerak baling-baling menggunakan motor listrik atau motor bakar.

Untuk menyangga saat berhenti atau mendarat, dibuat kaki-kaki dari pipa baja, bentuknya mirip dengan yang digunakan pada sepeda motor ski. Sementara itu, posisi pengendara sama dengan penunggang sepeda motor sport, sedikit menungging, plus setang kemudi model dua tuas vertikal mirip Speeder Bike di film Star Wars.

Rahasia garapan Mark ada pada sistem kontrol mekanis. "Pengontrolan dilakukan terhadap tiga gerakan, yaitu ajrutan-ajrutan (pitch), oleng (roll), dan geleng (yaw). Di samping itu, mengaktifkan pengendali aerodinamika untuk melawan ketiga gerakan tadi agar sepeda motor terbang ini bisa menjaga keseimbangan bersama pengendaranya," urai Mark.

Pilot membuat keseimbangan alami, seperti mengendarai sepeda atau sepeda motor. "Gerakan naluriah! Gerakan pilot untuk menjaga keseimbangan bersifat naluriah dan konstan," ungkapnya.

Militer
Kendaraan satu orang ini tidak akan dijual ke publik. Aerofex malah coba menawarkannya ke militer karena dinilai dapat digunakan untuk membawa logistik di medan yang tidak rata tanpa harus pusing memikirkan roda akan nyangkut di pohon dan lubang. Ukurannya juga tidak sebesar helikopter dan lebih mudah melayang di antara pohon-pohon dan ngarai. "Bisa juga terbang di bawah jembatan," tambah Mark berpromosi.

Uji terbang untuk prototipe berikutnya (dilakukan perbaikan) akan dilakukan pada Oktober mendatang. Di samping itu, juga disiapkan versi tak berawak dengan uji terbang yang akan dilakukan pada akhir 2013.

SUMBER
Reade more >>

Selasa, 12 Juni 2012

8 Produsen Mobil Pakai Siri dari Apple



Los Angeles, Automotive Blog - Tiga produsen mobil, yakni Toyota, Honda dan General Motors telah mengkonfirmasi rencana mereka untuk mengintegrasikan Siri - teknologi kontrol suara - dari Apple Inc'S, yang digunakan pada iPhone ke dalam sistem konektivitas kendaraan masa datang. Juru bicara ketiga perusahaan menegaskan rencana itu kepada Automotivenews, Senin (11/6), setelah Apple membuat pengumuman di Worldwide Developers Conference di San Francisco, Amerika, beberapa waktu lalu.

Eksekutif Apple mengatakan bahwa lima produsen mobil lainnya, yakni Chrysler, Mercedes, Audi, BMW, dan Jaguar/Land Rover juga telah sepakat untuk memakai Siri ke dalam sistem hiburan di mobil mereka.

Teknologi Siri ini, untuk kendaraan yang kompatibel sangat memungkinkan pengemudi menelepon, mendikte SMS, mencari frekuensi lain dan menggunakan fungsi lain dengan cara iPhone dihubungkan ke kabel USB di dalam mobil.Nah, untuk mengaktifkan Siri cukup dengan menekan tombol di setir.

Lantas, pengemudi memerintahkan keinginannya melalui suara, semisal menelepon dengan tinggal menyebut nomor telepon yang dituju. Sistem ini sudah diterapkan pada Ford Fiesta yang dipasarkan di Indonesia.

Mata gratis
Selain itu, ada satu fitur baru lagi dari Siri disebut "Eyes Free". Fungsinya, membantu pengemudi menggunakan iPhone, tapi mata tetap menatap ke jalanan dengan memungkinkan pemilik selular mengontrol fungsi perangkat melalui Siri dengan mematikan layar seluler agar konsentrasi pengemudi tidak terganggu. Fitur ini akan dirilis sebagai bagian dari versi Apple terbaru dari perangkat lunak operasi mobile yang akan ke luar musim gugur ini.

"Beberapa produsen mobil telah berkomitmen untuk memberikan Eyes Free Siri dalam 12 bulan mendatang," sebut Scott Forstall, Apple's Senior Vice Presiden of iOS. Dalam pidatonya itu, di latar belakangnya muncul logo-logo merek-merek mobil seperti GM, Toyota, Honda, Chrysler, Honda, Jaguar, BMW, Mercedes-Benz, dan Audi.

Ini menandakan lompatan pertama Apple masuk ke dalam industri otomotif, di mana perusahaan pembuat perangkat pribadi memberikan konsumen konektivitas dan info tergantung yang mereka inginkan.

GM tercatat sebagai produsen pertama yang akan mengadopsi teknologi itu pada Chevrolet Spark dan Sonic yang mereka sebut MyLink dan dipasang 2013. Informasi ini disampaikan olej juru bicara GM Scott Fosgard dan kendaraan mulai dipasarkan akhir tahun ini.

Sementara Toyota, menurut jubir Carly Schaffer, sedang bekerja dengan Apple, hanya tidak menyebutkan kapan Siri terpasang pada kendaraan Toyota. "Toyota dan Apple mengeksplorasi potensi untuk memperkenalkan Eyes Free ke mode Toyota, Lexus atau Scion.

Di pihak lain, Honda, melalui jubirnya Alicia Jones mengatakan bahwa Eyes Free Siri secara luas diterapkan pada Honda dan Acura pada masa mendatang dan akan diumumkan akhir tahun. Alicia menolak ketika ditanya Honda juga berencana meluncurkan teknologi serupa.



SUMBER
Reade more >>

Kamis, 24 Mei 2012

2016: 92 juta Mobil Terintegrasi dengan Hape Pintar


Hampshire, Automotive Blog – Diperkirakan, pada 2016, sekitar 92 juta mobil yang diproduksi pada tahun tersebut akan menggunakan head unit yang bisa mengontrol hape pintar (smartphone) secara langsung atau terintegrasi.

Hal tersebut disimpulkan oleh Juniper Reseach, firma riset asal Hampshire, Inggris beberapa waktu yang lalu tentang tren telematik pada kendaraan di masa yang akan datang. Jadi tidak seperti sekarang – penggunaan terbatas pada mobil mewah – nantinya juga menyasarkan ke segmen bahwa atau “entry level”, misalnya Avanza-Xenia,

Standardisasi
Hapepintar dan tablet dengan sistem operasional Android atau iPhone, iPad dan iPod Touch yang menjamur sekarang ini, memudah orang mengakses internet, termasuk mengunduh berbagai aplikasi yang diperlukan setiap saat.

Kenyataannya, tidak semua head unit bisa digunakan untuk mengakses hape pintar. Di lain hal, menggunakan hape pintar sembari mengemudi juga tidak mungkin karena sangat berbahaya. Solusi yang sudah ditawarkan, menyatukan head unit dengan hape pintar agar bisa saling berkomunikasi.

Untuk itulah, MirrorLink (dulu dikenal sebagai Termina Mode), sebagai konsorsium Car Connectivity yang membuat standar, menawarkan konektivitas terintegrasi antara hape pintar dengan sistem infotainment mobil.

Konsep yang ditawarkan, pemilik mobil cukup menghubungkan hape pintarnya ke head unit dengan kabel. Setelah itu, head unit dengan layar sentuh, bisa digunakan untuk mengakses dan mengontrol hape tersebut. Dengan ini pula, pengontrolan bisa dilakukan melalui tombol pada setir. Hasilnya, sembari mengemudi, pengemudi tetap bisa mendapatkan informasi yang diperlukan tanpa harus memalingkan mata dari jalan dan memindahkan tangan dari setir.

Menurut MirrorLink, agar setiap hape pintar bisa berkomunikasi dengan head unit, harus digunakan teknologi standar internet (misalnya Internet Protokol). Dengan demikian, berbagai head unit yang dibuat oleh produsen (vendor), begitu juga dengan hape (bisa jadi juga tablet), saling kompatibel, seperti koneksi Bluetooth dan USB, dan terbaru adalah teknologi Wi-Fi. Penggunaannya tinggal colok (plug and play). Hebatnya lagi bisa untuk streaming audio- video secara Real-Time Protocol (RTP).



SUMBER
Reade more >>

Selasa, 22 Mei 2012

Beginilah Mesin Diesel Triple-Turbo BMW Bekerja



Automotive Blog - Tiga turbo! Kelihatannya serakah.Namun begitulah kenyataannya! Hasilnya, mesin diesel common rail berkapasitas 3.0 liter, 6-silinder yang dikembangkan oleh M Division BMW itu mampu menghasilkan tenaga dahsyat, yaitu 381 PS dan yang lebih menakjubkan adalah torsinya 740 Nm.

Hebatnya, torsi besar tersebut diperoleh secara konsisten mulai dari putaran rendah sampai tinggi. Semua itu diperoleh dari ketiga turbo yang bekerja secara bergantian.

Ketiga turbo – tipe geometri yang bisa berubah-ubaha - terdiri dari, dua berukuran kecil dan satu besar. Pada putaran rendah, tugas memaksa udara masuk ke mesin dilakukan oleh turbo kecil. Begitu putaran mesin naik, giliran turbo besar yang bekerja. Bila pengemudi terus menekan pedal gas atau putaran tinggi, turbo kecil berikutnya yang bertugas.

Model yang menggunakan mesin tersebut adalah M550d xDrive, M550d X Drive Touring, X5 M50d dan X6 M50d yang disandingkan dengan transmisi otomatis 8-percepatan dan gerak seluruh roda atau all-wheel drive (AWD).

Dengan menggunakan triple turbo, mesin bertenaga dahsyat itu konsumsi bahan bakarnya diklaim 6,3 liter untuk 100 km atau 15,9 km/liter. Emisi yang dikeluarkan juga rendah, 165 gram per km.



SUMBER
Reade more >>

Rabu, 16 Mei 2012

Era CD di Mobil Segera Berakhir



Detroit, Automotive Blog – Era CD atau DVD player pada mobil segera berakhir. Penyebabnya, tren teknologi dan kecenderungan konsumen atau pemakai mobil di masa mendatang (dalam waktu dekat).

Bagi desainer, bila mobil tidak lagi menggunakan CD atau DVD player, bisa mengurangi bobot sampai 2 kg (head unit). Di samping itu, juga membuat ruang di bagian tengah dari dasbor menjadi lebih lega dan bisa digunakan untuk keperluan lain. Hal tersebut diungkapkan oleh Michael Arbaugh, Kepala Desainer Interior Ford dalam sebuah simposium dengan sering wartawan otomotif di Detroit Minggu lalu. “Menurut saya, orang yang berumur di bawah 30 tahun, kemungkinkan lebih suka menggunakan peranti MP3. Mereka tidak lagi membeli CD,” jelas Arbaugh

Dijelaskan, bagi kebanyakan orang, dua kilo tidak ada artinya dibandingkan dengan bobot mobil di atas 1.000 kg. Bagi desainer, menghilangkan CD player dari mobil merupakan keputusan yang sangat penting. Pasalnya, produsen mobil dituntut untuk membuat mobil yang makin irit konsumsi bahan bakarnya.

Di Amerika Serikat, selama 30 tahun terakhir, para perancang menilai, tidak ada perubahan berarti standar konsumsi bahan bakar yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Menjelang 2016, mobil baru konsumsi bahan bakar harus 14,45 km per liter. Tuntutan lain, harus menyediakan perangkat keamanan yang makin canggih dan teknologi komunikasi agar tetap kompetitif.

Sistem audio (entertainment) mobil sekarang ini banyak disantukan dengan sisntem informasi (infotainment). Satu lagi, makin banyak produsen mobil menyediakan head unit yang bisa dihubungkan ke flashdisk dengan konektor (interface) USB. Dengan kemampuan menyimpan lagu lebih banyak dan bisa dikontrol langsung dari head unit, konsumen tentu saja akan meninggal penggunaan CD.

Serat karbon
Sementara itu, Robert Boniface, Direktur Desain Eksterior Cadillac dalam seminar itu memperkirakan, produsen mobil semakin banyak mengunakan serat karbon dalam waktu dekat kendati harganya masih mahal.

“Sebagai elemen desain, serat karbon adaslah material yang indah. Ringan dan sangat disenangi,” jelas Boniface.
Ia juga memperkirakan, harga serat karbon akan semakin terjangkau bila produsen mobil mau bekerjasama dengan pemasok yang memproduksinya.
“Tren penggunaan serat karbon juga semakin deras karena makin regulasi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang bertambah ketat,” lanjut Boniface.



SUMBER
Reade more >>

Senin, 14 Mei 2012

Skyactiv Senjata Pamungkas Mazda Manyaingi Hibrida (Bag. 2)





Transmisi (Drive)
Untuk transmisi, Mazda berusaha menurunkan bobotnya. Caranya gerakan dipindahkan langsung. Pilihannya, Mazda untuk ini adalah “dual clutch” (kopling ganda), CVT dan menggunakan converter torque. Melalui, transmisi, Mazda mengklaim bisa mengirit 4-7 pesen konsumsi bahanbakar.


“Dengan cara ini, udara yang mengalir di kolong mobil lebih lancar,” jelas Yoshito Iwauchi.

Bodi
Untuk mengurangi bobot pada rangka, strukturnya dioptimalkan. Mazda mengklaim, bisa menurunkan bobot bodi sampai 8 persen tanpa mengurangi kekokohannya.

Sasis
Komponen sasis juga dimanfaatkan untuk mengurangi bobot mobil. Untuk ini desainnya diubah, titik penyangga lengan belakang diperbaiki. Dengan tersebut,bobot sasis bisa dikurangi 14 persen.

Desain
Mazda juga berusaha membuat desain bodi atau eksterior makin aerodinamis. Caranya tidak hanya di depan, samping, atap dan belakang, permukaan kolong juga dibuat rata.

“Dengan cara ini, udara yang mengalir di kolong mobil lebih lancar,” jelas Yoshito Iwauchi. Bahkan, pada samping belakang CX-5 dibuat sirip yang berada di bawah spoiler belakang, yaitu sirip bumerang (boomerang fin). “Tujuannya untuk mencegah turbulensi udara. Termasuk lampu belakang yang agak menonol keluar dari permukaan bodi,” jelas Iwauchi. Karena itu pula, diklaim CX-5 cdnya hanya 0,33, terendah di kelasnya.

Sebenarnya, Mazda juga melakukan pengembangan lain untuk mengirit konsumsi bahan bakar. Namun belum digunakan pada CX-5, yaitu idling stop system dan regenerative braking. Namun Mazda sudah menggunakan pada beberapa produknya yang dipasarkan di Jepang.



SUMBER
Reade more >>

Skyactiv Senjata Pamungkas Mazda Menyaingi Hibrida (Bag.1)





Jakarta, Automotive Blog - Salah satu cara yang dilakukan Mazda untuk menyaingi mobil hibrida – irit bahan bakar dan ramah lingkungan – adalah membuat paket teknologi Skyactiv. Teknologi ini bukan sekadar mesin, tetapi menyeluruh. Antara lain, transmisi, suspensi, struktur bodi, material dan desain (aerodinamis).


"Kita memperlajari bensin yang tersedia di berbagai negara. Untuk Indonesia kita perbandingan kompresi yang kita gunakan 13:1 Syaratnya, harus menggunakan bensin dengan nilai oktan di atas 90," jelas Susumu Niinai

Hal tersebut disampaikan oleh Susumu Niinai, Program Manager Powertrain, Develpoment Div, Mazda Motor Corporation, dalam acara Technology Forum dengan wartawan yang diselenggarakan hari ini di Grand Ballroom, Hotel Kempinski, Jakarta. Untuk itu, Mazda mangajak pula desainer khusus eksterior, Yoshito Iwauchi dan Hideaki Tanaka, Program Manager Product Div. Acara juga dihadiri oleh Presiden Direktur Mazda Motor Indonesia, Keizo Okue.

Lebih irit 15 persen
Susumu Ninai menjelaskan, dengan paket teknologi Skyactiv yang digunakan pada Mazda XC-5 yang baru diluncurkan, konsumsi bahan bakar bisa diirit sampai 15 persen. Hal yang berlaku juga untuk torsi (naik 15 persen) dan karbondioksida atau CO2 turun 15 persen.

Sebaliknya, biaya untuk mendapatkan paket teknologi tersebut biaya tidak setinggi hibrida. Karena itu pula, mobil yang dilengkapi dengan teknologi Skyactiv masih terjangkau. Contoh, Mazda CX-5 - satu-satunya dan produk pertam,a Mazda yang sudah dipasangi teknologi Skyactiv - dibandrol Rp 375 juta. Saat ini, propduk Mazda yang dipasarkan di Indonesia dan telah menggunakan paket teknologi Skyactiv adalah CX-5, SUV 5-penumpang

Mesin
Untuk mesin bensin, Mazda menyebutnya Skyactiv-G dan Skyactiv-D untuk mesin diesel. Di Indonesia Mazda hanya memasarkan mesin bensin. Sedangkan model yang sudah dilengkapi dengan teknologi ini adalalah CX-5 yang baru saja diluncurkan.

Untuk meningkatkan efisiensi kerja mesin, Mazda menggunakan sistem injeksi langsung dengan perbandingan kompresinya 13:1. Mazda menggunakan perbandingan kompresi 13: 1 (bukian 14:1) karena dengan bensin yang tersedia di Indonesia.

“Kita memperlajari bensin yang tersedia di berbagai negara. Untuk Indonesia kita perbandingan kompresi yang kita gunakan 13:1 Syaratnya, harus menggunakan bensin dengan nilai oktan di atas 90.” Ditambahkan, untuk Eropa, Mazda sudah menggunakan perbandingan kompresi 14:1. Pasalnya, di kawasan sudah tersedia bensin untuk mesin dengan kompresi tinggi.

Cara lain yang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi kerja mesin adalah mengurangi bobot sampai 10 persen dengan menggunakan material yang lebih ringan tanpa mengorbankan kekuatan dan kekokohann. Lainnya, gesekan antar komponen mesin dikurangi 30 persen. Sedangkan piston dan sistem pembuangan rancang ulang sehingga mesin bekerja lebih efisiensi lagi.



SUMBER
Reade more >>

Selasa, 08 Mei 2012

Delapan Merek, Satu Colokan


Los Angeles, Automotive Blog - Delapan produsen mobil global dari Amerika Serikat dan Jerman sepakat menstandarkan, hanya menggunakan satu model colokan pengisi baterai atau carjer (charger) dengan mama "Combined Charging System" untuk semua mobil listrik yang mereka buat. Dengan ini pula, kedelapan merek bakal menggunakan model stop kontak dan stekker yang sama.

Keuntungan satu model colokan, akses ke infrastruktur semakin mudah karena jumlahnya banyak dan tidak bergantung pada satu merek. Selain itu, harganya bisa ditekan karena bisa diproduksi secara massal. Colokan ini juga menjadi universal karena bisa digunakan di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Pengisian cepat
Kedelapan merek tersebut adalah Audi, BMW, Chrysler, Daimler, Ford, General Motors, Porsche dan Volkswagen. Kepala carjer bukan sembarangan, tetapi sudah kompatibel dengan sistem yang bisa mengalirkan listrik tinggi dan pengisian cepat, 15-20 menit.

"Combined Charging System" menggabungkan sistem pengisian AC dan DC. Sistem colokan ini juga bisa digunakan untuk listrik AC satu dan tiga fasa, DC di rumah dan DC pengisian ultra cepat di stasiun pengisian umum.

Asosiasi Insinyur Otomotif Internasional (The International Society of Automotive Engineers) telah memutuskan, colokan "Combined Charging System" merupakan standardisasi untuk sistem pengisian mobil listrik. Keputusan tersebut dikuatkan oleh Asosiasi Manufaktur Otomotif Eropa.

Kebiasaan
Pengembangan colokan ini didasarkan pada analisis kebiasaan konsumen di AS dan Eropa, termasuk mereka menggunakan carjer pada kehidupan sehari-hari. Dengan satu model, tingkat keamanan dan keselamatan konsumen lebih terjaga.

Direncanakan, demonstrasi pengisian ulang kendaraan listrik menggunakan "Combined Charging System" dilakukan pada Electric Vehicle Symposium 26 (EVS26) di Los Angeles Convention Center, pekan ini. Sedangkan untuk pemasaran produk secara komersial, dilakukan pada akhir tahun ini.

Kedelapan merek sudah menyatakan kesiapan penuh, produk pertasma mereka yang akan menggunakan sistem carjer baru ini mulai dipasarkan tahun depan.

Sumber :KLIK DISINI
Reade more >>

Kamis, 03 Mei 2012

Honda Kembangkan Teknologi Mengurangi Macet



Tokyo, Automotive Blog - Honda Motor Co., mengaku telah berhasil mengembangkan teknologi (pertama di dunia) yang dapat mendeteksi potensi kemacetan lalu lintas akibat cara mengemudi yang tidak tepat. Sistem bekerja dengan memantau cara berakselerasi dan mengerem saat berada di belakang mobil lain. Pasalnya, mengemudi dengan cara membuntut mobil di depan bisa memicu kemacetan. Untuk ini, Honda bekerja sama dengan Pusat Riset Sains dan Teknologi Maju Universitas Tokyo.


Dijelaskan pula, dengan menggunakan sistem ini, kecepatan rata-rata mobil bisa bertambah sekitar 23 persen. Sedangkan konsumsi bahan bakar lebih irit 8 persen dengan mengikuti kendaraan lain dari belakang.

Indonesia
Honda juga mengatakan, teknologi ini segera dikomersialkan. Untuk itu, tes pertama langsung di jalan raya, dilakukan di Italia pada Mei ini dan di Indonesia pada Juli mendatang.Target dari pengujian ini, memastikan sejauh mana teknologi ini efektif membantu mengurangi kemacetan.

Sistem bekerja dengan memberikan informasi, membantu pengemudi mencegah kemacetan berdasarkan informasi lalu lintas terkini. Sistem juga memantau, cara berakselerasi dan mengerem pengemudi yang bisa menyebabkan kemacetan.

Berdasarkan hal tersebut, sistem akan memberi tahu pengemudi informasi tujuannya, termasuk menayangkan kode warna yang dipasang di dalam mobil. Untuk itu, pengemudi diingatkan berakselerasi dan mengerem dengan lembut saat mengikut kendaraan lain.

Untuk meningkatkan efektivitas kerja sistem, komputer di mobil dihubungkan ke server “awan” (cloud). Pengemudi pun akan lebih waspada karena bisa langsung menyinkronkan cara mengemudinya terhadap mobil di depan dengan mengaktifkan Adaptive Cruise Control (ACC).

Peranti yang disebut terakhir, berfungsi menjaga jarak antar mobil dengan yang di depannya tetap pas sesuai dengan kecepatan.Target lain dari teknologi ini adalah menekan emisi karbondioksida (CO2) dan tabrakan belakang yang sering terjadi saat macet!



Sumber : KLIK DISINI
Reade more >>

Google Mulai TawarkanTeknologi Mobil Mengemudi Sendiri


Detroit, Automotive Blog - Google Incorporated memperediksi mobil dengan teknologi "swa-mengemudi" (slef-driving) bisa dipasarkan di Amerika Serikat dalam beberapa tahun mendatang. Pasalnya, perusahaan yang terkenal dengan mesin pencari di internet ini, mulai menjajaki beberapa prinsipal otomotif untuk mengunakan teknologi ini secara massal.

Paling penting, mobil sudah bisa dikemudikan komputer dalam 10 tahun mendatang.

"Paling penting, mobil sudah bisa dikemudikan komputer dalam 10 tahun mendatang," komentar Anthony Levandowski, Google Project Manager di Detroit, dikutip autoblog (1/5/2012). Dikatakan, Google akan menawarkan teknologi "self-driving" mulai tahun depan.

"Kami belum tahu apakah teknologi ini lebih aman ketimbang manusia yang mengemudikan mobil. Namun yang pasti, teknologi ini akan hadir satu dekade lebih cepat dari perkiraan sebelumnya," beber Anthony.

Pembuktian
Google masih perlu membuktikan lewat hitungan matematis bahwa teknologi ini aman dan lebih kecil risikonya ketimbang perilaku manusia. Meski demikian, Google mengklaim teknologi "self-driving" bisa menyelesaikan lintasan pengetesan di jalan beberapa detik lebih cepat ketimbang manusia.

Saat diuji, Google mengaplikasi teknologi ini pada Toyota Prius dan melengkapinya dengan berbagai sensor dan kamera di sekeliling mobil. Ke depan, Google berniat menjalin kolaborasi dengan salah satu prinsipal untuk menciptakan beberapa kelompok mobil berteknologi "self-driving".

"Kami tidak mau memproduksi mobil. Itu bukan tujuan kami. Kami mencari mitra untuk bekerjasama," jelas Anthony yang mengaku, Google tengah membicarakan aplikasi teknologi ini dengan beberapa produsen mobil.

1,6 juta km
"Semua opsi terbuka. Antara lain memberikan teknologi, lisensi kepada produsen komponen tier 1, tier 2, menciptakan mobil bersama atau apa saja. Saat ini kami masih berbicara dengan beberapa produsen mobil untuk mengetahui sejauh mana mereka tertarik bekerjasama dengan kami," papar Anthony.

Google saat ini memiliki 10 unit mobil dengan teknologi "Self-Driving" dan sudah menjelajah sampai 250.000 mil (402.336 km). Untuk lebih memastikan keamanannya, Google berencana menguji sampai satu juta mil atau 1,6 juta kilometer.


Sumber : KLIK DISINI
Reade more >>